Batu permata yang ditumbuhkan lab menawarkan alternatif yang menakjubkan, etis, dan terjangkau untuk batu yang ditambang. Dari rubi ke zamrud, permata buatan manusia ini secara kimiawi identik dengan yang alami tetapi dibuat di lingkungan laboratorium yang terkontrol.
1. Apa batu permata yang ditanam laboratorium?
Definisi: Kristal dengan sifat kimia, fisik, dan optik yang sama seperti batu permata alami, tetapi ditanam di laboratorium.
Bagaimana mereka dibuat:
Pertumbuhan Hidrotermal - Meniru Kondisi Alami (Emeralds, Aquamarine).
Czochralski Pulling-Kristal berkualitas tinggi (safir, rubi, Alexandrite, spinel).
2. Batu permata yang ditanam lab populer
Ruby Deep Red yang Dibuat Laboratorium, Merah Muda Merah Muda
Sapphire Blue yang tumbuh di laboratorium, merah muda, kuning
Emerald yang ditumbuhkan lab, Kolombia, Zambia.
Alexandrite yang ditumbuhkan laboratorium warna (hijau hingga ungu)
Moissanite yang ditanam di lab hampir tanpa warna, pelangi flash berlian alternatif
3. Manfaat Batu Permata yang Ditumbuhkan Lab
Lebih terjangkau-biasanya 50-80% lebih murah daripada batu alami dengan kualitas yang sama.
Ethical & Sustainable-Tidak ada kerusakan lingkungan terkait pertambangan atau masalah hak asasi manusia.
Lebih terang & lebih bersih - lebih sedikit inklusi (kekurangan) daripada kebanyakan permata alami.
Rentang warna yang lebih luas - warna jelas yang langka di alam (misalnya, safir biru murni).
Sifat identik - kekerasan, kecemerlangan, dan daya tahan yang sama sebagai permata alami.
4. Apakah batu permata yang ditanam lab "nyata"?
YA! Mereka secara kimiawi identik dengan permata alami.
Hanya ahli dengan alat lab yang dapat mengetahui perbedaannya.
Daya tahan & kecantikan yang sama - sempurna untuk pakaian sehari -hari.
Batu permata yang ditumbuhkan di laboratorium memberikan keindahan yang menakjubkan, sumber etis, dan keterjangkauan-menjadikannya pilihan cerdas bagi pecinta perhiasan yang baik.
Apakah Anda akan memakai batu permata yang ditanam lab? Beri tahu kami pendapat Anda!